Salatiga itu indah kalau kita mau menjelajah.

Setiap kali membaca postingan baik di group fb maupun blog tentang Kota Salatiga selalu dikatakan bahwa Salatiga itu sangat indah. Salatiga memiliki sejuta pesona. Salatiga kota yang kucinta. Pikirku: Apa indahnya! Bukankah Salatiga hanyalah kota kecil yang tidak dapat kulihat keindahannya. Itu Dulu. Namun sekarang Saya akan mengatakan bahwa talah kutemukan kaca mata baru untuk melihat indahnya kota Salatiga.

Yang diperlukan hanyalah rasa untuk selalu mengucap syukur atas setiap kebesaran Tuhan. Selanjutnya adalah waktu sejenak, kita perlu meluangkan waktu untuk merefleksikan indahnya suatu keadaan ataupun peristiwa. Bukan sekedar dilalui begitu saja tanpa refleksi mendalam. Namun kalau  menyebut ini sebagai teori untuk dihafalkan saya mengatakan percuma. Ini lebih baik timbul dari kesadaran diri sendiri. Sehingga keindahan itu akan benar-benar hadir. Disinilah kita menjelajah.

Mungkin telah banyak tulisan yang menceritakan keindahan Kota Salatiga dari dari jaman lawas hingga jaman baru ini. Termasuk Jalan baru atau Jalan Lingkar Salatiga (JLS) yang membuat saya terpesona.

Di beberapa ruas di bagian pinggir Jalan Lingkar Salatiga terdapat deretan-deretan warung dari bambu, jangan pernah memandang sebelah mata warung-warung tersebut. Karena mereka menyajikan keindahan pemandangan yang luar biasa.

Sebelumnya kalau mau duduk bersantai sambil berdiskusi di kafe-kafe yang ada di salatiga pasti beberapa dari kita akan memilih kafe yang ada di tengah kota atau paling tidak yang nyaman tidak ada nyamuk, tapi terkadang disitu pandangan kita dibatasi oleh dinding-dinding tembok. Berbeda halnya dengan di warung-warung di JLS, mata kita akan dipuaskan dengan suguhan pemandangan yang luar biasa.

Jika datang pada pagi hari maka kita dapat merasakan hangatnya sentuhan sinar matahari pagi yang menyehatkan, terlebih kita menikmati sambil jogging. Dari situ kita akan melihat lukisan berupa deretan gunung karya Sang Pencipta yang begitu indah. Rasanya enggan untuk kembali pulang, maka pada sore harinya pada saat matahari mendekati gunung, hingga matahari mulai malu-malu dan bersembunyi dibalik gunung. Sungguh ini sunset yang anggun nan menawan yang akan menjadi suguhan puncak yang indah. Selanjutnya kita akan melihat nyala satu persatu cahaya kecil-kecil dari jauh. Hingga membentuk sebuah lukisan yang berbeda. Jika kita melemparkan pandangan ke kanan, mungkin akan nampak di sebrang sana seperti kapal pesiar besar ada di hadapan mata.

Sengaja saya tidak mengabadikan peristiwa itu dalam sebuah foto, karena terlalu indah untuk menjadi sebuah kenangan dalam foto, sehingga kita hanya akan puas melihat gambar foto, tanpa menyaksikan langsung keindahan lukisan Tuhan.

Senang sekali jika anda mau berbagi mengenai apa yang anda lihat.
Ceritakan kepadaku, aku juga ingin tahu.


About this entry