Perkembangan Kepribadian

Pengertian

Dalam kehidupan sehari-hari istilah kepribadian biasa digunakan.
Penggunaan itu antara lain :

Kepribadian sesuatu yang dimiliki atau tidak dimiliki oleh seseorang.
Kepribadian merupakan pengaruh seseorang terhadap orang lain.
Kepribadian semat-mata faktor jasmaniah atau semata-mata hasil kebudayaan.

Saat ini definisi kepribadian yang dipakai kebanyakan menganut definisi yang dikemukajan oleh Alport.

Alport mengemukakan bahwa “ Kepribadian merupakan suatu organisasi yang merujuk kepada suatu kondisi atau keadaan yang kompleks dan mengandung banyak aspek “

Dalam pengertian umum, Kepribadian dapat didefinisikan bahwa kepribadian merupakan kebiasaan seseorang yang mencerminkan perilaku fisik dan mental, kebiasaan, ketertarikan, dan kebiasaan hidup.

Sifat-sifat Kepribadian

Kepribadian bersifat dinamis yaitu berkembang secara terbuka sehingga manusia senantiasa berada dalam kondisi perubahan dan perkembangan. Kepribadi meliputi aspek fisik dan psikis yang saling mepengaruhi dan membentuk satu kesatuan. Kepribadian selalu dalam penyesuaia diri yang unik. Artinya kepribadian seseorang akan selalu berbeda dengan orang lain.

Komponen Kepribadian

Konsep Diri

Merupakan persepsi maupun gambaran seseorang mengenai dirinya sendiri atau sebagai bayangan dari cermin diri.
Konsep diri seseorang dipengaruhi dan ditentukan oleh peran dan hubungannya dengan orang lain, reaksi orang lain terhadap dirinya.

Konsep Diri mempunyai aspek yaitu : Fisik dan Psikis.
Aspek fisik merupakan konsep yang dimiliki seseorang berkenaan dengan penampilannya, kesesuaianya dengan peran yang disandangnya sesuai dengan gender (jenis kelamin). Aspek Psikis berkenaan dengan kemampuan dan ketidakmampuan dirinya, harga diri, dan hubungannya dengan orang lain.

Sifat

Sifat-sifat seseorang merupakan kualitas perilaku atau pola penyesuaian yang spesifik.

Sifat Seseorang memiliki 2 ciri menonjol yaitu:

1. Individualitas
Hanya memperlihatkan kuantitas cirri tertentu dan bukan kekhasan yang dimiliki orang lain.
2. Konsistensi
Seseorang bersikap dengan cara yang hampir sama dalam situasi dan kondisi yang serupa.

Macam Tipe Kepribadian

1. Tipe kepribadian manusia berasal dari Socrates

Membagi berdasar cairan tubuh yang dominan.
Pembagian tipe kepribadian tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Sanguinis adalah orang yang populer. Suka cerita, banyak omong, dan selalu menjadi pusat perhatian dari orang-orang di sekitarnya. Orang sanguinis gampang bergaul dan mudah berteman. Salah satu kelemahannya adalah sifatnya yang moody, atau tergantung suasana hati. Kadang ia cepat gembira, namun tiba-tiba menangis, atau sebaliknya. Profesi yang berkutat di bidang entertainment/hiburan biasanya diwarnai dengan orang-orang yang bertipe sanguinis.
  2. Melankolis adalah orang yang perfeksionis. Suka akan hal-hal yang detil dan membutuhkan ketelitian. Salah satu kelemahan orang melankolis adalah karena sifatnya yang terlalu perfeksionis, kadang-kadang suka menunda-nunda pekerjaan sampai terciptanya suasana yang sempurna. Orang yang bekerja di bidang penelitian/riset biasanya bertipe melankolis.
  3. Kholeris adalah orang yang mempunyai jiwa kepemimpinan. Punya wibawa, punya kemauan kuat, serta biasanya gampang menyuruh-nyuruh orang lain. Kelemahannya tidak semua orang mau disuruh-suruh. Orang yang menjadi pemimpin/manajer biasanya bertipe kholeris.
  4. Phlegmatis adalah orang yang cinta damai. Sifatnya mengalah, tidak mau terlibat dalam perdebatan. Kelemahannya antara lain karena terlihat lemah, kadang-kadang dipermainkan oleh orang lain. Orang phlegmatis biasanya ada di profesi-profesi yang tidak banyak konflik.

Pembagian tipe kepribadian berdasarkan cairan tubuh di atas, pada dasarnya bersifat sangat umum. Banyak orang yang mempunyai sifat gabungan dari tipe-tipe yang ada. Yang jelas dengan mengenali kepribadian sendiri, dapat membantu menentukan cita-cita/rencana hidup selanjutnya. Yang jelas nobody’s perfect, tidak ada orang yang sempurna. Masing-masing orang sudah dikaruniai Tuhan kelebihan dan kekurangan. “http://id.wikibooks.org/wiki/Kurikulum_Kepemimpinan/Tipe_Kepribadian

2.  Menurut Kretchmer dan Sheldon

Dasar pengelompokan adalah keadaan fisik/ bentuk tubuh :

  1. Tipe Astheniscus atau Ectomorphic
    Orang bertubuh tinggi kurus memiliki sifat dan kemampuan berfikir abstrak dan kritis, suka melamun, dan sensitive.
  2. Tipe Pycknicus atau Endomorph
    Orang bertubuh gemuk pendek memiliki sifat periang, suka humor, popular, dan mempunyai hubungan sosial luas, benyak teman, dan suka makan.
  3. Tipe Athleticus atau Mesomorphic
    Orang yang bertubuh sedang atau atletis memiliki sifat senang pada pekerjaan yang membutuhkan kekuatan fisik, pemberani, agresif, mudah menyesuaikan diri.

3.  Menurut JUNG

Pengelompokan kepribadian berdasar kecenderungan hubungan sosial seseorang.

  1. Tipe Ekstrovert
    Perhatiannya lebih banyak tertuju ke luar
  2. Tipe Introvert
    Perhatiannya tertuju ke dalam dirinya dan dikuasai nilai-nilai subjektif

4.  Menurut Spanger

Pengelompokan berdasarkan kecenderungan seseorang akan nilai-nilai dalam kehidupan.

  1. Tipe Teoretik
    Pada tipe iniorang memiliki sifat pemikir kritis.
  2. Tipe Economic
    Pada tipe ini sifat orang sangat mengutamakan uang. Segala sesuatu diukur dengan uang
  3. Tipe Aesthetic
    Pada tipe ini orang sangat menyukai keindahan, dan uang tidak ada artinya.
  4. Tipe Sociatic
    Pada tipe ini orang sangat menyukai hal-hal yang bersifat sosial.
  5. Tipe Politic
    Pada tipe ini orang sangat mementingkan pada kekuasaan.
  6. Tipe Relegius
    Pada tipa ini orang mengangap segala sesuatau dilihat dari sudut pandang agama.

5.  Renee Baron dan Elizabeth Wagele

Lewat buku yang berjudul enneagram, berusaha untuk menjelaskan kesembilan tipe tersebut agar lebih mudah dimengerti.

Sembilan Tipe Kepribadian Manusia :

  1. Perfeksionis
    Orang dengan tipe ini termotivasi oleh kebutuhan untuk hidup dengan benar,memperbaiki diri sendiri dan orang lain dan menghindari marah.
  2. Penolong
    Tipe kedua dimotivasi oleh kebutuhan untuk dicintai dan dihargai, mengekspresikan perasaan positif pada orang lain, dan menghindari kesan membutuhkan.
  3. Pengejar prestasi.
    Para pengejar prestasi termotivasi oleh kebutuhan untuk menjadi orang yang produktif, meraih kesuksesan, dan terhindar dari kegagalan.
  4. Romantis
    Orang tipe romantis termotivasi oleh kebutuhan untuk memahami perasaan diri sendiri serta dipahami orang lain, menemukan makna hidup,dan menghindari citra diri yang biasa-biasa saja.
  5. Pengamat.
    Orang tipe ini termotivasi oleh kebutuhan untuk mengetahui segala sesuatu dan alam semesta, merasa cukup dengan diri sendiri dan menjaga jarak, serta menghindari kesan bodoh atau tidak memiliki jawaban.
  6. Pencemas.
    Orang tipe 6 termotivasi oleh kebutuhan untuk mendapatkan persetujuan, merasa diperhatikan, dan terhindar dari kesan pemberontak.
  7. Petualang.
    Tipe 7 termotivasi oleh kebutuhan untuk merasa bahagia serta merencanakan hal-hal menyenangkan, memberi sumbangsih pada dunia dan terhindar dari derita dan dukacita.
  8. Pejuang.
    Tipe pejuang termotivasi oleh kebutuhan untuk dapat mengandalkan diri sendiri, kuat, memberi pengaruh pada dunia, dan terhindar dari kesan lemah.
  9. Pendamai.
    Para pendamai dimotivasi oleh kebutuhan untuk menjaga kedamaian, menyatu dengan orang lain dan menghindari konflik.

Karakter Anak

Pada periode anak sekolah, kepribadian anak belum terbentuk sepenuhnya. Kepribadian mereka masih dalam proses pengembangan.
Karakteristik anak dapat dikelompokan secara sederhana, yaitu :
1. kelompok anak yangmudah dan menyenangkan
2. kelompok anak yang yang biasa-biasa saja,
3. kelompok anak yang sulit dalam penyesuaian diri dan sosial

Faktor yang mempengaruhi

Perkembangan pola kepribadian mengungkapkan bahwa ada 3 faktor yang menentukan perkembangan kepribadian seseorang termasuk peserta didik SD/MI.

1. faktor bawaan

sifat yang diturunkan secara genetik,
misalnya sifat pemarah anak dikarenakan orang tuanya juga memiliki sifat pemarah. Demikian juga, wawasan sosial anak dipengaruhi oleh tingkat kecerdasan.al anak dipengaruhi oleifat pemarah. faktor yang menentukan

2. Pengalaman awal

Dalam lingkungan keluarga ketika anak masih kecil.
Pengalaman itu membentuk konsep diri primer yang mempengaruhi perkembangan kepribadian anak dalam penyesuaian diri dan sosial pada perkembangan kepribadian periode selanjutnya

3. Pengalaman kehidupan selanjunya

Hal ini dapat memperkuat konsep diri dan dasar kepribadian yang sudah ada.
Karena pengalaman yang sangat kuat sehingga mengubah konsep diri dan sifat-sifat yang sudah terbentuk pad diri seseorang.
Pada perkembangan kepribadian anak tidak ada kepribadian dan sifat-sifat anak yang benar-benar sama.
Tiap anak adalah individu yang unik dan mempunyai pengalaman belajar dalam penyesuaian diri dan sosiala yang berbeda secara pribadi.

Hal penting dalam perkembangan kepribadian adalah persistensi atau ketetapan dalam pola kepribadian.
Persistensi dapat disebabkan oleh :
1. Kondisi bawaan anak
2. Pendidikan yang dialami/ diterima anak,
3. Nilai-nilai orang tua dan ingkungan kelompok teman sebaya,
4. Peran dan pilihan anak ketika berinteraksi dengan lingkungan sosial

Komponen Kesehatan Mental

Sehubungan dengan perkembangan kepribadian, perlu dijaga dan dikondisikan agar terbangun mental yang sehat.
Kesehatan mental memiliki 3 komponen utama, yaitu :

1. memiliki rasa diri berharga sebagai landasan bagi penerimaan diri dan bekal untuk menerima orang lain, serta mendapat gambaran dirinya asecara positif sehingga dapat menggunakan kemampuannya untuk dirinya sendiri dan orang lain .

2. merasa puas akan perannya dalam kehidupan di keluarga sekolah dan masyarakat sehingga ia merasa diterima dan puas dengan perannya tersebut.

3. terjalin hubungan baik dengan orang lain sehingga dapat bekerja sama. Kesehatan mental seseorang hampir seluruhnya tercipta berkat interaksinya dengan lingkungan di sekitar anak. Ketidaksehatan mental mungkin berawal dari individu anak ataupun lingkungannya.

Agar tercipta kesehatan mental maka perlu

1. menciptakan lingkungan sosio-psikologis yang sehat dan wajar

2. menciptakan interaksi dengan anak yang didasari kasih sayang dan penghargaan anak sebagai individu,

3. memelihara kesehatan fisik anak sehingga dapat mengikuti berbagai aktivitas belajar dan bermain

4. menciptakan dan memotivasi anak untuk melakukan berbagai kegiatan yang sesuai dengan usia, minat dan bakatnya.

Advertisements

About this entry